JE-Blog

Thinking – Feeling – Doing

What is Religion ???

Sejak kecil, saya dididik dan dibina oleh keluarga Katolik dan sampai sekarang di KTP saya juga masih tertulis Katolik, namun bahasan saya berikut bersifat umum dan semoga dapat diterima bagi semua kalangan beragama. Agama yang saya maksud dalam bahasan ini adalah seluruh agama atau aliran kepercayaan yang telah diakui secara resmi diseluruh dunia.

Saya mendapatkan sedikit titik terang mengenai esensi suatu agama setelah melihat sebuah rekaman DVD yang berisikan diskusi antar agama yang diadakan oleh salah satu kelompok agama yang ada di Indonesia dan dihadiri oleh beberapa tokoh agama lain dan masyarakat umum (mohon maaf karena tidak menyebutkan judul atau nama kelompok agama yang mengadakan acara tersebut karena saya sudah diberi amanat untuk tidak menyebarluaskannya secara terperinci).

Pada intinya, didalam diskusi tersebut ada beberapa hal mendasar yang dapat saya garis bawahi:

  1. Agama dalam pengertiannya merupakan sebuah ajaran guru yang dalam perkembangannya mengadopsi budaya setempat.
  2. Nama sebuah agama merupakan sebuah kesepakatan penyebutan terhadap sekelompok orang yang memiliki keyakinan sama. (Beberapa Nabi yang saya tahu tidak pernah menyebutkan nama untuk ilmu yang diajarkan-Nya)
  3. Agama hanyalah sebuah sarana manusia untuk belajar mengenai cara hidup yang baik
  4. Tidak ada satupun agama didunia ini yang dapat dikatakan terbaik. Penilaian baik atau buruk bukan terletak pada kuantitas pengikutnya namun pada kualitas moral penganutnya, dimana dapat menjadikan ajaran agama sebagai pedoman hidup bukan hidup untuk agama.
  5. Agama tidak dapat dipaksakan untuk dimliki oleh seseorang, karena hal ini sudah menjadi hak asasi setiap manusia yang menyangkut masalah rasa (kenyamanan, kecocokan dan keyakinan).

Tingkat pemahaman setiap orang terhadap suatu ajaran agama dapat berbeda namun alangkah lebih baiknya jika kita belajar membuka diri untuk dapat lebih memahami ajaran-ajaran lain sehingga kita dapat menemukan adanya suatu persamaan bukan untuk mencari adanya perbedaan.

Berikut pendapat pribadi saya mengenai agama, mohon koreksi dan masukan lebih lanjut:

  1. Pemberian nama sebuah agama hanyalah sebuah sistem pengkotakan yang dibuat oleh manusia dan seringkali menimbulkan permasalahan dalam kehidupan pribadi ataupun kehidupan sosial kita. Bahkan kita juga harus mencantumkan nama agama kita di KTP tanpa tujuan yang jelas.
  2. Kitab suci merupakan sebuah buku tulisan manusia yang menceritakan sebuah sejarah ataupun perjalanan seorang guru. Buku tersebut ditulis pada situasi dan kondisi pada jaman dahulu yang sudah sangat berbeda dengan yang kita alami saat ini. Alangkah lebih baiknya jika kita dapat menelaah lebih lanjut untuk dapat kita terapkan di dunia kita sekarang bukan hanya kita hafalkan atau bahkan kita terapkan secara keseluruhan secara mentah-mentah. Tidak ada bedanya dengan kita membaca sebuah dongeng anak-anak, ada pelajaran baik yang dapat kita petik dan terapkan dalam hidup kita jika dapat benar-benar memahami inti dari cerita dongeng tersebut.
  3. Tuhan tidak pernah menentukan nasib kita atau memberikan cobaan pada kita. Jadi salah besar jika kita sering berkata “ini adalah cobaan dari Tuhan” atau “ini sudah menjadi garis hidup kita”. Tuhan selalu menunjukan jalan yang terbaik bagi kita, namun pilihan tetap berada pada pribadi masing-masing orang untuk menentukan jalannya. Setiap orang diciptakan memiliki potensi yang sama, hanya bagaimana kita mengolah potensi tersebut dan kejelian kita dalam menentukan jalan hidup.

April 29, 2008 - Posted by Jonathan | Artikel & Ide | , , | 3 Comments

3 Comments »

  1. trus gmn dg aturan2 or kewajiban2 yg harus dilakukan sebagai umat beragama????

    Comment by u know me!! | May 2, 2008 | Reply

  2. say, masing-masing agama sudah memiliki aturan -aturan or kewajiban untuk dilakukan oleh penganutnya. Namun kita juga harus lebih bijaksana dalam memahami setiap peraturan tersebut. Terapkan peraturan agama kita pada diri sendiri dan tidak perlu mengajarkan apalagi memaksa orang lain untuk juga melakukannya karena kemungkinan pemahaman dan cara penerapannya bisa saja berbeda untuk setiap orang. Jangankan terhadap orang yang jelas-jelas beragama lain, dengan orang lain yang masih satu agama saja masih sering terjadi perbedaan dalam pemahaman dan pelaksanaan aturan-aturan agama yang sudah tercantum pada kitab suci agama kita.
    Mengenai apa kewajibannya, saya tidak dapat menyebutkan satu persatu karena pemahaman saya terhadap agama sendiri saja masih harus banyak belajar, apalagi memahami agama orang lain.
    Kalau menurut saya pribadi, kewajiban umat beragama yaitu saling mencintai sesamanya.
    Mencintai dalam hal ini tidak terbatas “cinta” antara pria dan wanita saja tetapi lebih bersifat luas, sedangkan sesama yang saya maksud adalah seluruh umat manusia, bukan hanya yang seagama saja. Sementara baru segitu penjelasan saya, lain kali saya tambah lagi sambil nunggu wangsit…hehehehe!!:)

    Comment by jonathan | May 3, 2008 | Reply

  3. yup….
    almost agree… makanya saya pun g pernah tu memaksakan apa yang saya yakini terhadap orang lain… menurut saya keyakinan itu kan previllage masing2….
    hehehhe….
    mudah2an cepet dapet wangsit lagi…

    Comment by u know me!! | May 6, 2008 | Reply


Leave a comment