Apakah Kita Perlu Demonstrasi?
Kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM merupakan sebuah kebijakan yang harus kita tanggapi dengan kepala dingin, bukan dengan emosi dengan menyalahkan pemerintah sepenuhnya. Saya umpamakan Negara ini adalah sebuah perusahaan dimana kita berposisi sebagai karyawan. Kita berhak bersuara dengan memberikan masukan atau kritikan, tetapi keputusan tetap ditangan para eksekutif. Dalam sebuah artikel mengenai manajemen perusahaan ada sebuah statement yang isinya sebagai berikut:
- Jika sebuah perusahaan mulai berkembang, maka perlu adanya perubahan dalam hal manajemen. Perubaha tersebut biasanya berupa revisi peraturan dan sistem kerja, contoh: Kita tidak dapat menerapkan manajemen kios kelontong jika kita ingin usaha kita menjadi minimarket atau supermarket.
- Kita harus menyadari bahwa pola pikir kita sebagai karyawan dan eksekutif memiliki banyak perbedaan dikarenakan adanya perbedaan orientasi dan deskripsi kerja. Yang terpenting masing-masing pihak harus memiliki konsistensi dan intergritas tinggi dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan deskripsi kerjanya masing-masing, sehingga pertanggungjawabannya menjadi jelas.
- Sebagai seorang karyawan ataupun eksekutif harus memiliki feksibilitas yang tinggi. Yang dimaksud yaitu kemampuan beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan segala perubahan yang terjadi, misalnya: seorang eksekutif harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dilingkungan bisnisnya sehingga dapat menyusun strategi dan menerapkannya untuk menghadapi perubahan tersebut agas usahanya dapat bertahan atau lebih maju. Sedangkan sebagai serang karyawan, harus mampu untuk beradaptasi dengan sistem atau aturan kerja baru yang diterapkan oleh pihak eksekutif agar dapat bertahan diperusahaan tersebut.
Masih banyak lagi foliosofi manajemen yang dapat kita gunakan sebagai acuan berpikir kita sehingga tidak perlu terjadi demonstrasi besar-besaran yang seringkali malah merugikan diri sendiri dan masyarakat sekitar. Contoh: Terjadinya bentrokan fisik antara mahasiswa dan aparat di beberapa tempat sehingga terjadi kemacetan jalan, berpuasa sampai pemerintah merevisi keputusannya, bahkan ada yang sampai melakukan pemblokiran fasilitas umum. Jika sampai terjadi demikian dapatkah kita dikatakan “membela kepentingan rakyat?” atau “menyuarakan aspirasi rakyat?”.
Kita dapat menunjukan kepedulian kita terhadap masyarakat yang kurang mampu dengan cara lain seperti melakukan bakti sosial dengan memberikan bantuan materi kepada masyarakat kurang mampu atau memberikan pelatihan dan pembinaan agar masyarakat dapat meningkatkan pendapatannya atau mengadakan acara-acara yang dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam menghadapi krisis ekonomi ini.
Jika kita lihat dari sejarah, beberapa penemuan penting dahulu muncul pada masa krisis. Oleh sebab itu dengan adanya krisis seperti ini, kita dituntut untuk lebih kreatif dan berkreasi untuk menemukan sebuah solusi, bukan hanya menyerah dengan keadaan. Dan perlu diingat bahwa dimanapun dan kapanpun selalu akan terjadi proses seleksi, bahkan alampun melakukan seleksi, sehingga bagi siapapun atau apapun yang tidak dapat bertahan akan tereliminasi. Sekarang masalahnya, “Bagaimana Caranya Kita Dapat Bertahan?”.






caranya kita dapat bertahan?… adapatasi mungkin.. salam kenal ya
Akur, bro!! Satu2nya jalan cuma adaptasi, hanya cara setiap orang untuk beradaptasi bermacam-macam. Bahkan banyak bermunculan cara beradaptasi dengan cara yg negatif dengan bertindak kriminal untuk memperoleh penghasilan tambahan atau malah jadi mata pencaharian pokok. Di masa seperti ini memang kita dituntut untuk lebih bijaksana dan berpikir lebih dewasa dalam menghadapi masalah, karena dengan kondisi seperti ini, emosi lebih mudah terpancing. Salam kenal juga….